Keputusan v. Kekacauan
Tuhan...Aku tau, aku salah... Tuhan, rasanya sesak menyakitkan sekali... Tiada pilihan selain menangis mengadu lelahnya pada-Mu...Lain halnya aku tulis pada ketikan aktual ini....
Tiga bulan lalu telah ku buang waktu untuk mengatasi keputusan...Ku sia siakan dengan permainan yang bukan semestinya...Healing yang tidak sesuai ekspektasi rasa, menghantamkan waktu ku yang seharusnya menjadi simbolis awalku mengambil keputusan...
Dan kini, kamu telah pada titik detik-detik akhir melepas putih abu-abumu...Kamu pun masih ragu dengan pilihan yg menjadi tujuan hidupmu..Ragumu berujung pada rasa tidak percayamu...Dan faktor utamaku adalah orang tuaku...
Ya, semakin dewasa tingkat kepekaan sosialku menurun...Waktu sudah ku banyakkan untuk diam diam diam...
Aku sangat iri dengan lainnya, yang sangat dimanja orangtuanya, yang sangat dimaklumi orangtuanya, yang sangat dituruti kemauannya tanpa berfikir jangka panjang kali lebar kedepannya... Seolah mereka yakin dengan hal yang terbaik untuk mereka...
Sedangkan aku, apapun harus dipertimbangkan lebih tajam... Ingin mempunyai impian harus dihalangi dengan beribu kata bahkan faktor ekonomi...
Sangat Misdkomunikasi sekali aku dengan orang tua sendiri... Ingin berkeluh kesah, curhat, nangis pun tak mau beradu kasih bahkan tak mampu mendapatkan belas kasih...
Terkadang diri ini negativthinking pada mereka, tapi aku yakin keputusan mereka jauh lebih baik untuk dipertimbangkan bersama lagi...Dan Its time to give and ask their option and best suggest...
So, saat positivethink, ternyata ada beban yang memberatkan lagi...Its Not her..But, this a ularnya organisasi yg bergulat menghancurkan harmonis² jemari (Pov:me " aku adl kepala organisasi yg sedang diuji oleh anggotaku sendiri lebih parah dari apa yg kalian kira)
Dan aku sudah berada pada titik lelah sekaliii...Mau apalagi juga pilihanku tetep nangis...Is another level of pain -that cry-
Bayangin, beban masadepan yg belum usai dicrash oleh kekacauan itu...Sangat badmood untuk diri ini...
Please, akupun gabisa cerita pada siapa-siapa selain menulis disini...Sampai detik inipun sedih itu seperti badai yg mengguncang samudera...
Ga ada kata lain selain berdoa, May Bless Allah swt Give me -kekuatan- semoga diri ini ga akan pernah menyerah serendahnya sejauh apapun rapuhnya hati -
-thnks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar