Rabu, 31 Desember 2025

Hai.

Kurasa 2025 ini adalah ketikan pertama dan mungkin satu-satunya yang kutulis dengan kesadaran penuh bahwa hidup tidak lagi sesederhana dulu.

Aku sudah melewati cukup banyak badai hingga langkahku belajar melambat.
Bukan karena tak mampu berjalan,
melainkan karena aku mulai paham, tidak semua hal harus dikejar, dan tidak semua luka perlu segera disembuhkan.

Ada masa di mana aku begitu sibuk bertahan, hingga lupa bahwa aku pernah punya ruang untuk berhenti dan menulis.
Ruang kecil ini yang dulu menjadi tempatku menyimpan pikiran, menyusun ulang rasa, dan memahami diri sendiri tanpa harus menjelaskannya pada siapa pun.

Tahun ini terasa sunyi dengan cara yang berbeda.
Banyak orang pergi bukan sekadar menjauh, tetapi benar-benar berubah menjadi bagian dari masa lalu.
Mereka pernah penting, pernah dekat, dan pernah menjadi alasan aku percaya bahwa kebersamaan bisa abadi.

Kini aku mengerti, kepergian tidak selalu berarti pengkhianatan.
Sebagian adalah konsekuensi dari tumbuh, sebagian lagi adalah keputusan yang harus dihormati,
meski hati tidak sepenuhnya siap menerimanya.

Ada hari-hari di mana aku bertanya tentang masa depan, bukan dengan ketakutan yang riuh,
melainkan dengan lelah yang tenang.
Bagaimana melanjutkan hidup ketika banyak hal yang dulu memberi makna tak lagi berada di tempatnya?

Namun semakin kupikirkan,
aku mulai sadar bahwa hidup tidak pernah benar-benar habis.
Ia hanya berubah bentuk.
Dan kita, mau tidak mau, harus belajar menyesuaikan diri
tanpa kehilangan diri sendiri.

Jika hari ini aku kembali menulis, bukan karena aku sudah sembuh sepenuhnya,
melainkan karena aku menerima bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja sesekali.
Menulis bukan lagi pelarian, tetapi cara berdamai.

Aku tidak tahu apakah aku akan sering kembali ke sini.
Namun setidaknya, hari ini aku meninggalkan jejak bahwa aku pernah berhenti, menoleh ke belakang,
lalu memilih untuk tetap melangkah dengan lebih pelan, lebih sadar, dan lebih dewasa.


Kamis, 11 Juli 2024

Hai Askala 24 



Apa kabarmu dikehidupan sekarang, 
Kala, aku berhasil melepas mu dengan sungguh.
Aku sudah berhasil menerima kamu pergi dengan sayap barumu.
Aku juga sudah berhasil rela kau bukan menjadi duniaku lagi.

Pernah aku melangitkan satu untaian doa meminta Tuhan 'untuk tidak mempertemukanku dengan Askala di semesta manapun'.
Askala Damayudha.. 
Tuhan sudah mengirimkanku kebahagiaan yang tidak pernah ku sangka kehadirannya.
Bahkan yang sederhanapun aku begitu menikmati dan berterimakasih pada-Nya..

Jauh sangat berarti aku di kehidupanku yang sekarang,
Hari-hari yang tenang,
Meniti karir lebih terang,
Waktu yang banyak kuhabiskan untuk rumah
Sumitra, yang menjadi alasan bahwa aku memiliki semesta yang tidak kalah indah dari kamu ASKALA.

Biarkan Askala menjadi indah di masa lalu saja
Dan ku akui ASKALA senyap bersama ceritanya.
Saat ini, aku hanya butuh dunia mengakui bahwa ASKALA DAN LEIYARA
bukan lagi Rama Shinta dan tidak lagi bersama.




anything,
LEIYARA SEKAR

Jumat, 05 Mei 2023

Aku salah yaaa

Dimana letak yang ku salah...

Apa caraku bicaraaaaaaaaaaa???

Apa caraku tersenyum?????????

Apa caraku bertindak???????????

Atau bahkan caraku diam?????

Aku salah yaaa? Aku salah yaaa? Aku salah banget ya???

Atau aku gamau salah diantara yang benar????

Atau aku egois ya? Apa aku silent tritmenter? Aku kenapa? :(((((

Aku ini apa, aku ini bagaimana? Bahkan aku ini siapa?

Aku yang sebenarnya, aku lelah, capek, lelah, capek, lelah, dan capek...

Benar kala segala sesuatu itu ada batasnya, kala segala sesuatu yang berlebihan itu bahaya..

Tuhan, aku berlebihan ya? Tuhan, aku gatau batasan ya? 

Yaa Allah.. Seperti ini ya bioskop kehidupan di dunia? Hambamu sedang di titik terendah 

tersimpuh lemah tidak bisa berkata-kata, tidak bisa bertanya pada diri sendiri yang sebenarnya aku

ini kenapa? Yaa Allah...

BUK... Aku nangis lagi diperantauan, maaf banget buk aku tidak se tegar yang selalu aku

perlihatkan, buk aku sekarang percaya di dunia ini tidak ada orang baik. Dunia ini penuh sama

orang jahat yang punya banyak masa depan. Ibuk, tapi aku tau Tuhan mendengarkan semua do'a

do'a yang selalu engkau panjatkan di sholat malammu sehingga aku masih kuat dan sebertahan ini 

dengan semua keadaan dan semua kegagalan dalam roda kehidupanku...

Buk... aku sungguh sangat dan selalu menyayangimu, bapak, dan emas... Terimakasih Ridhomu

yang kau teraskan untuk anakmu menimba ilmu hingga berpisah hari demi hari denganmu...

Sudah yaaa nangisnyaaa, ga malu dilihat Tuhan?

Kamis, 23 Februari 2023

Ekspektasi Keluarga

Dulu aku ga pernah percaya dengan perkataan dituntut oleh ekspektasi keluarga, dulu aku ga pernah peduli kalimat di kejar mati-mati an oleh harapan keluarga. U Know, ternyata di umur sekarang aku baru percaya hal itu karena aku mengalaminya. Ayah Ibu yang berharp penuh atas kesuksesanku, ayah ibu yang ingin aku bisa kaya, ayah ibu yang ingin aku berhasil, ayah ibu yang ingin aku dipandang tinggi oleh orang-orang. Yaaa Tuhaaan... Sakit banget batin ini, kacau banget fikiran ini, bagaimana jika nanti semua ekspektasi itu ??????????

Ga Gaaaaa, gabisaaa.. Takuuuuut... :((( Terus aku harus berusaha sejauh apalagi ??

Self Effication


Akhir-akhir ini merasa belum cukup sama apa yang sudah dilakukan oleh diri sendiri setiap hari, karena merasa belum ada achievement, karena belum tau target apa yang sudah tercapai atau bahkan aku belum yakin dengan list-target-by-rules. Bahwa diri ini juga sedang merasakan dituntut oleh ekspektasi yang menggebu-gebu, berasa dituntut oleh masa depan, environment. Saat ini, batin sedang terdiam tak bersuara. Taukah??? Ini ku anggap sangat menyiksa mental. Why do I think like that?? Aku mulai merasa aku membandingkan diri aku dengan orang lain, aku mulai merasa orang lain akan lebih beruntung dengan jalannya daripada aku, aku mulai merasa aku harus lebih dari mereka, akupun merasa bahwa aku tertinggal jauh langkah darinya . Bahkan jika aku tidak beraktivitas 10 menit pun aku sudah merasa gagal dihari itu.. Oh my God. Plis, dont be like that normaaaa yunitaa..Inilah pentingnya aku perlu self effication, aku perlu mengontrol rules of my self. Aku perlu kembali ke settingan awal, where I am sure??Sepertinya aku perlu menulis ulang pernyataan ini bahwa ''Setiap orang memiliki jalan dan pilihan hidup masing-masing, setiap orang memiliki cara unik untuk menuju goals mereka, setiap orang memiliki prinsip, aturan, bahkan target hidupnya masing masing. Lalu apa yang ku ragukan dengan diri aku sendiri? Seharusnya aku tidak setega ini dengan diriku sendiri. Padahal aku juga bisa melakukan self control secara perlahan tanpa harus berasumsi bahwa  AKU HARI INI TIDAK BERGUNA karena aku belum ada pencapaian di hari ini. Ternyata aku sudah tidak lagi mengira bahkan aku sudah mengkontroversi bahwa aku berguna meski sedetikpun aku DO SOMETHING TODAY aku perlu melakukan self reward, hanya saja aku merasa stuck in moment karena pada akhirnya kembali lagi be GRATEFULL sekejap saja hampir aku lupa bahwa bersyukur itu sifat yang harus dominan dimiliki oleh seseorang. Hari ini, besok  bahkan seterusnya kalau capek sama ekspektasi jangan memberi punishment dengan cara self useless ya normayunita, ayo berdamai lagi dengan diri sendiri dan segala hal di semesta ini. Sudah kahhh curahan nya?? Ayooo terbiasa tenang sama kondisi dan keadaan hidup adalah keputusan selama kamu hidup, dan keputusan itulah yang menjadi aturan kamu hidup, dari aturan itupun kamu masih memilih untuk hidup hingga sekarang ini. You done a good joob, take care of your self, mentally, physically. Karena jika kamu sudah bisa merawat diri dengan baik, maka orang lain akan terawat dengan baik ditanganmu....

Senin, 13 Februari 2023

Terbantai rasa



Apakabar diri yang sudah menghabiskan puluhan ribu menit untuk mengikhlaskan segala rasa tentangnya. Faktanya cerita yang singkat justru menimbulkan effortless yang berat untuk sungguh melepaskannya. Aku rindu, aku pun pilu melihat banyak wanita disana disematkan namanya oleh masing-masing belahan jiwanya. Dulu kukira kamu adalah cinta dengan segala romansa yang belum pernah aku jumpa selama bersenda ria dengan kisahku dibeberapa rasa, kenyataannya semesta tak bersuara malah memberikanmu pada pelukan kisah yang lainnya. Aku meyakini sendiri aku kuat dan aku bisa memaafkan segala yang disebabkan oleh trust issue ini, namun aku ternyata sekarang ada diposisi ricuh adu rindu dan logisme. Rindu yang tidak berhak menyuara, dan logisme yang menuntutku merobek kertas coretan tentangmu. Banyak waktu yang kini kuhabiskan sendiri semenjak kau bukan lagi rumahku, menyusuri euforia lautan, menikmati citylight dengan motor sendirian, mengecam emosi dengan makanan, meminta musik menemani tidurku, bohong pada diri sendiri, semua aku lakukan demi ketenangan. Tenang yang sebelumnya aku dapatkan pada rumahku, rumah yang kini telah pergi memilih berlabuh pada pemukim yang mungkin lebih nyaman. Terkdang aku berfikir sehelai hal yang salah pada diriku sehingga aku kehilangan rumah itu, aku terkadang mengalah pada fikiran negatifku tentangmu, aku berat dengan konsekuensi yang tuhan berikan saat ini. Aku berharap kabarmu, aku berharap secepatnya sapaanmu, aku berharap seikhlasnya pada tuhan tentang itu semua meski lewat mimpi sekalipun.

Kamu, apapun keadaanmu tetap bahagia dimanapun tempatmu dan apapun kondisimu. Aku rindu, aku ga bohong :)

Kamis, 05 Januari 2023

1:05

 Kalo aku udah sampe curhat nulis di blogspot ini, itu artinya aku bener bener sedang tidak baik-baik saja.

Hai. Kurasa 2025 ini adalah ketikan pertama dan mungkin satu-satunya yang kutulis dengan kesadaran penuh bahwa hidup tidak lagi sesederhana...